Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 April 2010

Atas Nama Taaruf





Saudariku....sahabatku...

ukhty muslimah....

Sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan
sekedar perkiraan...

"hmm..siapa tau cocok..."

"hmm...siapa tau jodoh..."

"siapa tau..."siapa tau...'

atau bahkan...

" Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"

Astaghfirullah....

Sungguh...Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!

Bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH
ISLAM..
adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah
kesenangan terselubung...??????

Bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari
masuk dalamPACARAN tersebut...

Bagaimana mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu
ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN
adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa
saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng
berhadiah...?????????????? ?

Dengan perkataan...

"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????????"

TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!

TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!


Sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...

Saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam
dengan masalah ini....

Tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan
jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!

Akhibatnya...??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran...???

Lalu...??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut
Islami..."????????

Jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)

"sayang...ketemuan yuk..."

Taaruf...

"ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan

"sayang...aku cinta kamu..."

Taaruf ...??

"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"

Sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...

Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...

Chatting..???

YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!

Kiranya semuanya telah tau...

Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...

Namun...saya wanita...dan ukhty pun wanita...

Tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap
melindunginya...kesetiaann ya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi
seorang wanita...

Mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata...

"iih...iseng bgt sih..."

"nyebelin..."

"ganjen..."

"TP TP..."

"ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.."

TAPI....kita semua juga tau....

Cinta itu tumbuh karena terbiasa...

terbiasa dekat...

terbiasa ada...

terbiasa bersama...

terbiasa berantem..hhe..^^

terbiasa saling menyapa...

terbiasa diberi perhatian...

terbiasa saling mengobrol...hmm...

Cinta itu teramat bening...

saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar
ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...

Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...

Terganggu oleh sms-sms isengnya....

Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....

Namun...tanpa kita sadari...

saat ia tiada...

saat sms tak kunjung tiba...

saat telepon tak berdering lama....????

akan ada perasaan kehilangan....

setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...

setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....

Dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI
KARENA ALLAH...???"
itukah...????

itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....

sungguh hati wanita ini lemah....

hati wanita itu mudah terjangkiti virus....

dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...

bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginginkan adanya
kebersamaan...

merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...

sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!!

DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!


sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???

sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai
merindukanmu...???

mulai berharap padamu...???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.

Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....

Jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik
internetmu...???

Bersembunyi dibalik HPmu...???

Bersembunyi dalam kata-katamu...????????

kita sudah lelah dengan semua itu...

sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...

yang hanya berani di dunia maya...

yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

Jika engkau memang sungguh serius...

DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!

JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!

JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!


kami wanita ingin pemimpin yang berani....

kami wanita yang ingin menjaga diri...

kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....

kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....

DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!

PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....

DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup.

Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang
wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain,
dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke
arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga
harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan
seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu
mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan
menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan
tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu
jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak
untuk begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut
perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik
dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu
pada mencari ridha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat
menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat
bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat
juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau
tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid
itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu
impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu
kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai
Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya.

Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa.

Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….


ATAS NAMA TAARUF...???

MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..."


mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."

maka...

wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...

akan kami layani kebutuhannya....

akan kami tunggu kehadirannya...

akan kami berikan jiwa kami...raga kami....

bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam
rangka taaruf...??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung
kami...

bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya
sebatas tukaran biodata..??

mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...

ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....

bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya
sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."

ya akhi....saudaraku...para ikhwan....

JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!

KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!

by: seorang murobbi( dia mau dirahasiakan namanya)

Rabu, 07 April 2010

CATATAN HATI SEORANG IKHWAN


Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi waktu. Sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

Teman tahukah kalian bagaimana jika hati tersakiti????

semuanya pasti kompak menjawab…”Tidaaaakkkk Eeeennnnaaaaakkk”
Tentu saja tidak enak, makan menjadi tidak nafsu, tidur pun tidak nafsu, kepala pusing, bahkan segala aktifitas terasa sangat mengganggu, rasanya hanya ingin berdiam diri, menangis, merana sendiri di dalam kamar sambil meratapi setiap masalah yang terjadi.

Duh…rabbi…, mengapa kau turunkan masalah ini kedalam diri ini, apakah masalah itu bagian dari ujianMU yang nantinya mampu menaikkan derajat hambaMU ini, ataukah ini adalah sebagai bentuk dari azab yang sengaja kau turunkan untuk menghukum diri ini yang terlalu lama terbuai dalam lamunan kenikmatan hidup dunia, atau mungkin….dan mungkin…..

hehhh…rasanya tidak mampu lagi diri ini berkata terlalu banyak.
Niat awal dari para pencari tuhan adalah menjadi seorang hamba yang taat beribadah dan menjalankan setiap bentuk amal kebaikan, sehingga dia mampu menjadi seorang yang sangat berjasa untuk dirinya sendiri dalam membentuk jiwa empati yang teramat sangat, namun seiring dengan perputaran waktu, detik, menit, jam, dan hari, niat itu kini berubah arah, mencari jalannya sendiri seolah-olah dia memiliki sebuah pedoman ataupun peta petunjuk dalam mencari asal dari sebuah niat yang tulus.

Pada saat niat awal dari kebaikan itu mulai mencari jalannya sendiri menuju sebuah jalan yang membingungkan para penempuhnya, maka tersesatlah dia dari jalan yang benar, tetapi disini ternyata ada sebuah metoda yang sangat perlu untuk kita uraikan supaya jangan sampai jalan yang ditempuh menyesatkan dan membuat sebuah amalan yang kita lakukan akan sirna bak debu yang berada di atas batu licin kemudian di terpa oleh hujan deras, sehingga tidak ada noda ataupun bekas di batu tersebut.

Menyedihkan memang jika sebuah niat yang sengaja di azzamkan(ditekadkan) di awal mula melakukan aktivitas harus ternodai oleh sebab-sebab penyakit hati yang sudah sejak lama bersemayam didalam diri orang tersebut, awalnya niat kita lurus dilandasi karena ingin mengharapkan ridho dari Allah azza wa jalla, ternyata harus menelan pahitnya ludah kita sendiri dengan berakhirnya aktivitas kita, justru tidak memperoleh apa-apa, kalau kata seorang guru sewaktu saya masih menginjakkan kaki di TPA( taman pendidikan alqur’an ) hanya mendapatkan huruf “ Fa dan Ya”, wah kalau hanya memperoleh letih dan capek saja lebih baik tidak usah untuk melakukan aktivitas, mending dirumah santai-santai, nonton tivi, atau tidur-tiduran, badan bisa rileks otak dan otot tidak tegang, atau baca alqur’an ditambah dengan baca buku referensi islam sehingga mampu menambah kadar keimanan dan wawasan keislaman kita, tetapi semua itu ternyata haruslah seimbang dalam menjalankan aktivitas kita, apalagi yang bisa membuat diri kita terjerumus kejurang penyakit riya’, karena bahasanya, setiap amalan yang akan kita lakukan harus kontinue dan berkesinambungan, makanya amalan yang terkadang sekaligus dikerjakan dalam satu waktu mudah membuat orang keletihan dan hilang ghiroh untuk menjalankannya lagi, bahkan bisa jadi amalan ini akan tertolak dikarenakan timbul penyakit riya’ tersebut.

Coba saja dibayangkan tentang bagaimana seseorang yang dengan sengaja menjalani sebuah aktivitas besar kemudian aktivitas itu dilihat oleh orang banyak, sangat besar kemungkinan untuk orang tersebut jatuh kedalam riya’ karena amalan itu sengaja dikerjakannya diwaktu tersebut dan saat itu saja, tetapi tidak mesti semua orang begitu karena semuanya tergantung niat dan kadar keimanan masing-masing, atau kita ambil satu sample lainnya tentang seseorang yang juga melakukan aktivitas tetapi dia berkesinambungan melakukan amalan tersebut, terus saja setiap hari misalnya dia membaca alqur’an dan itu posisinya juga sama seperti orang yang ada diatas selalu dilihat oleh orang banyak, nah disini akan sangat kecil kemungkinan untuk terjerumus kedalam penyakit riya’, mengapa saya katakan seperti itu? pernah mendengar sebuah kalimat “ALA BISA KARENA BIASA”, kata-kata ini mengandung makna, bahwasanya orang yang setiap harinya “BIASA” menjalankan sebuah aktivitas, entah itu mau ibadah, kerja ataupun yang lainnya, justru akan sangat mungkin untuk “BISA” mengendalikan diri agar tidak terjerumus kedalam jurang penyakit riya’, karena dia telah terbiasa dengan aktivitasnya itu, pun dengan orang lain yang setiap hari melihatnya seperti itu akan berkata

” wah itu sudah biasa bro tiap ari emang gitu kerjanya, so…biarin aja dink”

Nah makanya disini saya sengaja menulis ulasan ini agar kita dapat memahami arti dari sebuah niat tersebut, bukan berarti saya sebagai orang yang menulis lebih soleh dari anda-anda semua, tidak, saya cuma ingin berbagi tentang sebuah eksistensi daripada niat, agar nantinya kita mampu merealisasikannya kedalam kehidupan keseharian kita dengan atau tanpa niat buruk yang nantinya akan merusak dan menggerogoti amalan kita, karena kita tidak tahu apakah nantinya amalan ini mampu menjadi amal terbaik disisi Alaah azza wa jalla, atau amalan ini hanya sebuah amal yag kita bisa banggakan didunia namun dihadapan Allah ini adalah amalan terjelek kita, atau malah seluruh amalan kita adalah amalan yang paling buruk daripada amalan saudara-saudara kita, wah kalau ini yang terjadi cepat-cepat kita istighfar minta ampun kepada Allah azza wa jalla, sehingga kita bisa diberikan pengampunan dan kekuatan untuk terus melangkah melakukan sebuah amalan tanpa ada niatan untuk memperoleh pujian, sanjungan, yang mampu melenakan kita kealam fantasi yang nun jauh disana. Semoga bermanfaat

(dituis oleh supriadi beganti namo…”perbaiki amalan kita saudaraku”)

Selasa, 30 Maret 2010

Surat CINTA dari Allah SWT


engkau bangun AKU tahu, engkau mandi AKU tahu, engkau
makan AKU tahu, engkau kerja AKU tahu, engkau tidur
AKU tahu, sampai engkau matipun AKU tahu.. tapi selama hidupmu apakah engkau
mau tahu kalau AKU SELALU TAHU ?

Surat CINTA dari Allah SWT

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal
yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ...........

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu..

AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru...

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU..

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan
menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya ............ .

Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan..

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.

Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatah pun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ........ Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ........ tak juga kau menyapaKU.

Subuh....... . Dzuhur ....... Ashyar .......... Magrib .......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU ..... tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a,dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU ..........

Apa salahKU padamu ...... wahai hambaKU????? Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKU ............ . !!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU ...... Yang selalu menyertaimu setiap saat
............ ...

Yang Slalu
Mengasihimu,

Allah SWT ......
Note:Sebenarnya ALLAH tidak meminta sedikitpun kepada kita. Seharusnya kita yg hrs selalu memintanya. Maaf klo penulis di sini membuat seolah2 ALLAH butuh kita, tapi sebaliknya kita yg butuh ALLAH. Penulis berharap kalian pembaca memahami dg mudah apa yg disampaikan dan bukan memahami dari sudut pandang ALLAH butuh kita dan jangan disalah artikan
(ditulis oleh: Reny Andriany)